Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/indonesia/htdocs/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah: Gerakkan UNP Tanggap Media

HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah menggelar seminar jurnalistik, Kamis (19/2). Acara digelar di ruang teater tertutup FBS UNP dan diikuti 250 mahasiswa selingkungan UNP. Seminar jurnalistik kali ini mengusung tema “Revitalisasi Daya Jurnalistik Menuju UNP Tanggap Media”. Hadir selaku pemateri dalam kegiatan ini, Lenggogeni, reporter dan redaktur edisi Minggu di Harian Singgalang Padang dan Rino Zulyadi, S.S.,M.Pd. reporter Trans 7 sekaligus Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh PD III FBS UNP, Drs. Esy Maestro, M. Sn. Dalam sambutannya, Esy Maestro mengatakan pimpinan fakultas selalu berupaya mendukung kegiatan-kegiatan yang digelar oleh mahasiswa, terutama kegiatan yang bertujuan untuk menambah potensi dan kompetensi mahasiswa. Dengan diadakannya seminar jurnalistik, mahasiswa diharapkan lebih tanggap terhadap informasi-informasi yang disajikan media massa. Lebih lanjut, Esy Maestro mengharapkan agar peserta tidak hanya sekedar menyimak materi yang disajikan, namun menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas.

Materi pertama mengenai ‘Surat Kabar Digitalisasi’ disampaikan oleh Lenggogeni, Dalam materinya, Lenggogeni menyampaikan kemajuan teknologi membuat dunia jurnalistik turut berkembang. Berita tidak hanya disajikan dalam bentuk koran saja, namun dapat ditemui dalam media online. “Teknologi membuat media massa terus melakukan pembaharuan, menggunakan media online masyarakat bisa mengakses berita secara cepat,” jelas Lenggogeni.

Materi dilanjutkan oleh Rino Zulyadi yang menjelaskan tentang Jusnalistik Televisi. Rino Zulyadi menyampaikan liputan reporter televisi sangat berbeda dengan wartawan lainnya, terutama soal gambar atau visual. Hampir 75 persen televisi diisi oleh gambar berupa video liputan. “Bagi wartawan televisi, tidak ada gambar, tidak ada berita,” jelas Rino Zulyadi. Selain itu, Rino menyampaikan liputan tidak hanya dilakukan oleh wartawan saja, namun dapat dilakukan oleh siapa saja yang dinamakan Citizen Jurnalism. “Banyak media masa yang menyediakan tempat bagi jurnalis warga. Mari kita manfaatkan,” jelas Rino.

Roza Yuliani, salah satu peserta seminar jurnalistik mahasiswa Jurusan Matematika mengatakan baru pertama kali mengikuti seminar jurnalistik. Menurut Roza Yuliani, meskipun bidang yang ia tekuni tidak berhubungan dengan jurnalistik, namun ia tetap tertarik mempelajari dunia wartawan tersebut. “Banyak yang ingin saya tanyakan, namun sayang waktu yang disediakan terbatas. Saya harap aka nada seminar serupa ini lagi,” harap Roza Yuliani. Tiara Bella